Peluang

Selain sebagai tantangan, keterbukaan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN adalah juga peluang besar bagi Indonesia untuk lebih memperkenalkan keragaman dan kebhinekaan kebudayaan Nusantara, terutama melalui revitalisasi naskah-naskah lama tersebut. Untuk merespon semua perkembangan itulah, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Manassa bermaksud menyelenggarakan hajatan 20 Tahun Kerjasama Perpusnas-Manassa dengan menyelenggarakan dua kegiatan utama, yakni Festival Naskah Nusantara dan Simposium Internasional ke-16 Pernaskahan Nusantara. Selain dua kegiatan tersebut, Manassa sebagai satu-satunya organisasi profesi ilmiah di bidang pernaskahan Nusantara juga akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional ke-6, untuk menjaga keberlangsungan organisasinya.

Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan, menggali, mengangkat, dan mempertimbangkan persoalan-persoalan yang terkait dengan pembentukan identitas dan jatidiri kebudayaan bangsa yang termaktub dalam berbagai naskah Nusantara. Secara khusus, Simposium Internasional ke-16 Pernaskahan Nusantara bertujuan untuk memberi sumbangan pada masyarakat Indonesia dengan menggali, mengkaji, dan mempublikasikan kembali pengetahuan-pengetahuan terkait kearifan lokal dalam naskah-naskah Nusantara, yang masih relevan untuk pengembangan jati diri kita sebagai bangsa maritim.

Waktu dan Tempat

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 26-29 September 2016 dengan mengambil lokasi utama di Gedung Perpustakaan Nasional RI, Jl. Salemba Raya 28A Jakarta Pusat.

Tema dan Subtema

Tema utama kegiatan ini adalah, "Aksara Identitas Bangsa: Meneguhkan Jatidiri Kebhinekaan Indonesia". Tema tersebut diturunkan menjadi beberapa subtema sebagai berikut:

  1. Tradisi Tulis Nusantara dan Budaya Bahari;
  2. Konsep Kepemimpinan dan Tauladan Pemimpin Nusantara;
  3. Tradisi Tulis di Indonesia Timur;
  4. Jurnalisme dalam Naskah Nusantara;
  5. Kearifan Lokal dalam Kebudayaan Tulis Nusantara;
  6. Kajian Filologi dan Tantangan Era Digital.

Bentuk Kegiatan

Peringatan 20 Tahun Kerjasama Perpusnas dan Manassa ini diwujudkan dalam rangkaian kegiatan sebagai berikut:

  1. Festival Naskah Nusantara ke-2. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Perpustakaan Nasional, yang menampilkan keragaman budaya tulis Indonesia yang berbasis naskah-naskah tulisan tangan dalam berbagai aksara dan bahasa;
  2. Simposium Internasional ke-16 Pernaskahan Nusantara. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 2 hari efektif dengan menghadirkan 10 pembicara undangan serta 22 pembicara hasil seleksi, dari dalam dan luar negeri, dan dengan jumlah peserta sekitar 200 orang;
  3. Musyawarah Nasional (Munas) ke-6 Manassa. Kegiatan ini akan dihadiri oleh seluruh anggota Manassa dari 24 cabang di Indonesia;
  4. Penulisan dan peluncuran buku yang berisi testimoni para tokoh pendiri organisasi Manassa, serta pihak-pihak (baik individu maupun lembaga) terkait, khususnya yang berperan penting dalam membangun kemitraan dengan Perpustakaan Nasional RI.

Organisasi Penyelenggara

Secara Keseluruhan rangkaian kegiatan ini akan diselenggarakan secara bersama-sama oleh tim yang berasal dari Perpustakaan Nasional RI dan Manassa. Susunan organisasi selengkapnya sebagai berikut:

    Penanggung Jawab
  1. Kepala Perpustakaan Nasional RI
  2. Ketua Umum Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa)
    Dewan Penasihat
  1. Prof. Dr. Achadiati (Ketua Yayasan Naskah Nusantara)
  2. Prof. Dr. Titik Pudjiastuti
  3. Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional RI
  4. Prof. Dr. Dadan Wildan, M.Hum (Deputi Bidang Kerjasama Kelembagaan, Sekretariat Negara RI)

Galeri

(Gallery)

Beberapa Naskah Nusantara yang akan dipamerkan.

Tentang Acara

Festival Naskah Nusantara 2

Festival Naskah Nusantara 2

Festival Naskah Nusantara 2016 merupakan hajatan Perpusnas untuk kedua kalinya (FNN I dilaksanakan tahun 2015). Festival tahun ini akan menampilkan representasi dari keragaman aksara dan bahasa yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sejak ratusan tahun lalu, serta mempertunjukkan segala hal yang berkaitan dengan budaya manuskrip. Beberapa kegiatan yang akan ditampilkan, antara lain:

  • Pameran naskah-naskah bersejarah, khususnya yang berkaitan dengan dunia maritim dan diikuti oleh perwakilan berbagai daerah yang mewakili keragaman etnis, bahasa, agama, dan budaya Indonesia;
  • Workshop pembuatan kertas tradisional daluwang dan lontar;
  • Workshop konservasi naskah;
  • Workshop penulisan aksara-aksara kuna Nusantara, seperti Aksara Hanacaraka, Bugis, Bali, dan lainnya menggunakan aplikasi komputer;
  • Pembacaan teks-teks dalam naskah Nusantara yang masih memiliki relevansi dengan konteks kekinian;
  • Pertunjukkan musik tradisional;
  • Lomba pembuatan film animasi yang diangkat dari cerita naskah Negarakretagama, Babad Diponegoro, dan Cerita Panji
  • JADWAL KEGIATAN FESTIVAL NASKAH NUSANTARA II 2016 (26 - 29 SEPTEMBER 2016) - AKSARA IDENTITAS BANGSA - "Meneguhkan Jadi Diri Kebhinekaan Bangsa"

    Simposium

    Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara ke-16

    Simposium ini merupakan agenda dua tahunan Manassa yang akan menjadi forum sosialisasi hasil riset para sarjana dan pakar-pakar kajian pernaskahan Nusantara, baik dalam maupun luar negeri. Di antara para pembicara ahli tersebut (urutan secara alfabetis) adalah:

  • Annabel Teh Gallop (The British Library)
  • Dick van der Meij (Leiden-Jakarta)
  • Edwin P. Wieringa (Cologne University, Jerman)
  • Henri Chambert-Loir (EFEO, Paris)
  • Jan van der Putten (Hamburg University, Jerman)
  • Oman Fathurahman (PPIM-UIN Jakarta, Jakarta)
  • Sudibyo (UGM, Yogyakarta)
  • Titik Pudjiastuti (FIB UI Depok)
  • Willem van der Molen (Leiden University, Belanda)
  • JADWAL ACARA SIMPOSIUM INTERNASIONAL KE-16 PERNASKAHAN NUSANTARA 26-28 September 2016

    Perpustakaan Nasional Republik Indonesia(Perpusnas)

    Perpusnas merupakan Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK), yang berdasarkan UU No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, Ps. 21, ayat 3b bertanggung jawab mengembangkan koleksi nasional untuk melestarikan hasil budaya bangsa. Perpusnas memiliki koleksi naskah Nusantara yang merupakan warisan budaya leluhur budaya bangsa Indonesia yang sangat tinggi nilainya, oleh karena itu kandungan isi-isi naskah tersebut perlu dilestarikan agar tidak punah dimakan waktu dan zaman. Naskah Nusantara berasal dari berbagai penjuru Nusantara ditulis dalam berbagai aksara dan bahasa serta media, antara lain, aksara Jawa Kuno, Jawi, Sunda Kuno, Arab Melayu, Batak, Rejang, Bali, Rejang, Bugis, Buda, KaGaNga, dan dengan media tulis; daun Lontar, Daluwang, Kertas, Bambu, Kulit Kayu. Naskah Nusantara dapat dikatakan sebagai perekat bangsa karena banyak menampilkan kearifan lokal Nusantara yang dapat memperkokoh persatuan bangsa. Perpusnas mempunyai visi, "Terwujudnya Indonesia Cerdas melalui Gemar Membaca dengan Memberdayakan Perpustakaan". Visi ini diterjemahkan dengan misi dan tujuan melalui berbagai program dan kegiatan: menginventarisasi, mengorganisasi, dan mengalihmediakan naskah Nusantara serta mengupayakan pengembalian naskah Nusantara yang berada di luar negeri; menyimpan, merawat, melestarikan, dan mempublikasikan serta mendesiminasikan naskah Nusantara.

    Manassa (Masyarakat Pernaskahan Nusantara / The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts)

    Manassa adalah satu-satunya organisasi profesi di bidang pernaskahan Nusantara, yang didirikan pada 5 Juli 1996 oleh sejumlah sarjana filologi dan peminat kajian naskah Nusantara di Fakultas Ilmu Budaya, saat itu Fakultas Sastra, Universitas Indonesia (UI) Depok. Dalam perkembangannya, anggota Manassa tersebar di berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri, yang terdiri dari kalangan dosen, peneliti, dan peminat kajian naskah-naskah Nusantara.

    Manassa memiliki visi "Menjaga masa lalu untuk mencerahkan masa depan". Visi tersebut diterjemahkan melalui berbagai kegiatan dengan misi dan tujuan untuk "memelihara, melestarikan, meneliti, mempublikasikan serta memanfaatkan Naskah-naskah Nusantara"

    Lomba Animasi 2D/3D se-Jabodetabek

    Narasi untuk Lomba Animasi

    (1)

    Nagarakretagama

    Naskah Nagarakretagama memberi kesaksian pemerintahan seorang Raja pada abad ke empat belas di Indonesia, dimana ide tentang keadilan sosial, kebebasan beragama, keamanan pribadi, dan kesejahetraan rakyat dijunjung tinggi. Naskah ini juga memberi kesaksian menegnai sikap demokratis dan keterbukaan otoritas didepan rakyat, dalam suatu masa dimana masih dianut keabsolutan kerajaan.Naskah Nagarakretagama memberikan catatan dan laporan langsung mengenai kehidupan di Majapahit. Nagarakretagama menguraikan keadaan kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Prabu Hayam Wuruk, raja agung tanah Jawa dan Nusantara. Beliau bertahta pada tahun 1350-1389 M yang merupakan masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Di dalamnya menguraikan wilayah kekuasaan Majapahit yang meliputi hampir wilayah Indonesia dan sebagian negara tetangga saat ini. Di samping itu, teks dalam naskah ini juga mengandung ihwal raja dan keluarganya, kota dan dan wilayah Majapahit, perjalanan raja dalam mengelilingi wilayahnya, sejarah raja-raja Majapahit dari Kertaradjasa Jayawardhana hingga Hayam Wuruk.

    (2)

    Babad Diponegoro

    Naskah ini merupakan sebuah biografi yang ditulis sendiri oleh seorang bangsawan Jawa, Pahlawan Nasional Indonesia dan Pan-Islamist, Pangeran Diponegoro (1785-1855). Naskah Babad Dipanegara terdiri dari 4 bagian, cerita diawali zaman Kerajaan Majapahit sampai dengan zaman Kerajaan Mataram masa pemerintahan Penembahan Senapati; diteruskan dengan masa perpecahan antara Surakarta dan Yogyakarta; kemudian kisah masa Perang Diponegoro; dan diakhiri pertemuan antara Pangeran Diponegoro dengan Letnan Jenderal Hendrik Merkus de Kock di Magelang yang berakhir dengan menangkap dan membuang Pangeran Diponegoro ke Manado (1825-1830). Tokoh Pangeran Diponegoro punya banyak segi, ada unsur mistis, praktis, blusukan, dapat bergaul dengan pesantren, dengan Keraton, dengan petani dan dapat bernegosiasi dengan Belanda.

    (3)

    Cerita Panji

    Cerita Panji ialah sebuah kumpulan cerita yang berasal dari Jawa ( Jawa Timur) abad ke tiga belas, tepatnya dari era Kerajaan Kadiri. Isinya adalah mengenai kepahlawanan dan cinta yang berpusat pada dua orang tokoh utamanya, yaitu Raden Inu Kertapati dan Galuh Candrakirana. Bercerita tentang cerita asmara antara putra mahkota Kerajaan Janggala (Kahuripan) dengan Kerajaan Panjalu (Kadiri) yang beribukotakan di Daha. Dalam kisah Panji diceritakan suasana masyarakat dan juga kerajaan-kerajaan yang berkembang diwilayah Jawa timur dan Bali.
    Berkisah Raden Inu Kertapati, putra Raja Kahuripan ditunangkan dengan Galuh Candrakirana, Putri Raja Daha. Ayah Inu Kertapati mempunyai dua saudara yang masing-masing memerintah di Kahuripan, Daha dan Gagelang. Meskipun Inu Kertapati dan Galuh Candrakirana telah bertunangan secara resmi, keduanya belum pernah bertemu. Paduka Linu, salah satu istri Raja Daha ingin juga ingin menjodohkan Inu Kertapati dengan anaknya, Galuh Ajeng.
    Paduka Linu membuang Galuh Candra Kirana di hutan. Panji tahu bahwa akhirnya yang menjadi tunangannya adalah Galuh Ajeng bukan Galuh Candra Kirana. Akhirnya, Panji memilih untuk mengembara dengan menyamar menjadi wanita untuk mencari Galuh Candra Kirana. Dalam pengembaraannya Panji ditemani oleh empat pengiringnya, yaitu: Jeruji, Punta, Kertala dan Prasanta. Dalam pengembaraannya tersebut, Inu Kertapati menaklukkan beberapa kerajaan. Galuh Candra Kirana juga menyamar menjadi pria ketika dibuang oleh ibu tirinya. Setelah menaklukkan beberapa kerajaan akhirnya Inu Kertapati dan Candra Kirana bertemu di Gagelang. Dalam pertemuan tersebut, Inu Kertapati dan Candra Kirana yang masih sama-sama menyamar akhirnya sadar bahwa keduanya adalah pasangan yang lama dipertunangkan. Setelah itu mereka menikah.

    Klik pada gambar untuk mengunduh Narasi Lomba:

    Narasi Lomba Animasi

    Klik pada gambar untuk mengunduh Poster Lomba:

    Poster Lomba Animasi

    Note: The download attribute is not supported in Edge version 12, IE, Safari or Opera version 12 (and earlier).

    Brosur:

    Cover
    hlm. 4 & 9
    hlm. 5 & 8
    hlm. 6 & 7
    Leaflet Dalam
    Leaflet Luar

    Kontak

    (Contact Us)

    Your message was sent, thank you!