Tentang Pameran

The Long Journey (Perjalanan Panjang) adalah pameran foto berjalan dari Arsip UNRWA yang mengisahkan peninggalan Palestina yang penuh martabat dan kesulitan – cerita visual atas krisis pengungsi yang berkepanjangan.   Melalui foto-foto bersejarah, The Long Journey membawa pengunjung pada sebuah perjalanan visual ke dalam riwayat salah satu migrasi paksa terpanjang dalam sejarah modern – mengungkap berbagai tantangan yang telah dihadapi para pengungsi Palestina beserta kepandaian, ketahanan, serta keteguhan yang telah mereka tunjukkan.

"The Long Journey” is a traveling exhibit of photos from the UNRWA Archives that tells the story of a Palestinian heritage full of dignity and hardship, a visual story of protracted refugee crisis.   Through historical photographs, ‘The Long Journey” takes the viewer on a visual journey into the history of one of the longest lasting cases of forced migration in modern history, revealing the challenges Palestine refugees have faced as well as the ingenuity, resilience and steadfastness with which they have responded.

Tentang UNRWA

Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) didirikan oleh resolusi 302 (IV) Majelis Umum pada 1949. Pada saat itu, ada 750.000 pengungsi Palestina Misi UNRWA adalah membantu para pengungsi Palestina di Yordania, Lebanon, Suriah, Tepi Barat, dan Jalur Gaza untuk mencapai potensi maksimal mereka dalam pembangunan manusia. Saat ini, terdapat sekitar 5 juta pengungsi Palestina yang dapat menerima berbagai pelayanan UNRWA (pendidikan, pelayanan kesehatan, bantuan dan pelayanan sosial, infrastruktur dan penyempurnaan kamp, keuangan mikro, serta bantuan darurat).

About UNRWA

The United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) was  established by General Assembly resolution 302 (IV) in 1949. There were then 750,000 Palestine refugees.   UNRWA's mission is to help Palestine refugees in Jordan, Lebanon, Syria, West Bank and the Gaza Strip to achieve their full potential in human development.    Today, some 5 million Palestine refugees are eligible for UNRWA services (education, health care, relief and social services, camp infrastructure and improvement, microfinance and emergency assistance).

"The Long Journey"

INTERNATIONAL YEAR OF SOLIDARITY WITH THE PALESTINIAN PEOPLE

"The Long Journey"

INTERNATIONAL YEAR OF SOLIDARITY WITH THE PALESTINIAN PEOPLE

Sekolah pertama UNRWA didirikan di tenda-tenda di Yerikho. UNRWA memulainya dengan 93 sekolah dan lebih dari 35.000 murid pada tahun 1950. (1954)

The first UNRWA schools were set up in tents in Jericho. UNRWA started out with 93 schools and more than 35,000 pupils in 1950, 1954.


Para pengungsi Palestina awalnya mengungsi ke kamp Beach di Gaza dengan kapal kayu untuk mencari kehidupan yang lebih baik di Lebanon atau Mesir. (1949)

Palestine refugees initially displaced to Beach Camp in Gaza board boats in search of a better life in Lebanon or Egypt, 1949.


Para perempuan muda bermain basket di Pusat Kegiatan Perempuan di Kalandia, Tepi Barat (1950-an)

Young women play basketball at the Women’s Activity Centre in Kalandia, West Bank. Undated, 1950s.


Pelajaran sains di Pusat Pelatihan Perempuan di Ramallah, Tepi Barat. Ribuan anak perempuan telah dilatih untuk mengajar dan profesi lainnya di sini.

A science lesson at the Women’s Training Centre in Ramallah, West Bank, where thousands of girls have been trained in teaching and other professions, Undated.


Anak-anak di kamp Khan Younis, Gaza. Tenda-tenda di kamp ini telah diganti dengan rumah-rumah blok semen. (1955)

Children at Khan Younis camp, Gaza. The tents in this camp had just been replaced by cement block houses. 1955.


Serangan udara Israel menghancurkan kamp pengungsi Palestina di Nabatiyeh, Lebanon, pada tahun 1974.

Israeli air raids destroyed the Palestine refugee camp of Nabatiyeh in Lebanon in 1974.


Anak perempuan pengungsi Palestina di Lebanon sedang melihat ke luar melalui reruntuhan rumah.

A Palestine refugee girl in Lebanon looks through the ruins of a house. Undated.


Seorang dokter asal Belgia di kamp darurat Wadi Dleil, Yordania. (1967)

A Belgian doctor at the Wadi Dleil emergency camp in Jordan. 1967.


Anak-anak perempuan sedang bermain di kamp Qabr Essit, Suriah. (1972)

Girls playing in Qabr Essit camp, Syria. 1972.


Anak-anak di fasilitas UNRWA di Yordania untuk para penyandang disabilitas. (1980)

Children at an UNRWA facility in Jordan for people with disabilities, 1980.


Sekolah di kamp darurat Damia, Yordania. (1967)

A school at the Damia emergency camp in Jordan, 1967.


Para pengungsi Palestina bekerja di Lebanon.

Palestine refugees working in Lebanon. Undated.


Seorang ibu menangis di depan bangunan-bangunan yang hancur di kamp El Buss, Tyre, Lebanon. Ribuan orang mengungsi setelah serangan Israel pada Juni 1982. (1982)

A mother cries in front of destroyed buildings in El Buss camp, Tyre, Lebanon. Thousands were displaced after the Israeli invasion in June 1982, 1982.


Kamp Shatila, Beirut, Lebanon pada 20 September 1982. Ratusan pengungsi Palestina dan masyarakat sipil lainnya dibunuh secara massal di wilayah Sabra dan Shatila, Beirut selatan, antara 16 dan 18 September. (1982)

Shatila camp, Beirut, Lebanon on 20 September 1982. Several hundred Palestine refugees and other civilians were massacred in the Sabra and Shatila districts of south Beirut between 16 and 18 September, 1982.


Kamp Rashidieh dekat Tyre, Lebanon, mengalami kehancuran parah selama serangan Israel. (1982)

Rashidieh camp near Tyre, Lebanon, was heavily damaged during the Israeli invasion, 1982.


Laki-laki ini kehilangan seluruh anggota keluarganya pada pembunuhan massal 1982 di kamp Shatila, Beirut, Lebanon. (1982)

This man lost his entire family in the 1982 massacre at Shatila camp, Beirut, Lebanon, 1982.


Truk UNRWA tidak dapat mengirimkan persediaan makanan dan obat-obatan bagi para pengungsi di kamp Beirut. (1986)

An UNRWA truck is unable to deliver food and medical supplies to refugees in a Beirut camp. 1986.


Sekolah untuk anak perempuan di kamp Qabr Essit, Damaskus, Suriah. (1983)

An UNRWA girls school in Qabr Essit camp, Damascus, Syria, 1983.


Para ibu dan bayi mereka di klinik UNRWA untuk kesehatan ibu dan anak di Kota Gaza. (1985)

Mothers and their babies at an UNRWA maternal and child health clinic in Gaza City, 1985.


Titik penyaluran bantuan makanan UNRWA di kamp Beach, Gaza. (1989)

An UNRWA ration distribution point in Beach camp, Gaza, 1989.


Anak-anak bermain di kamp Rafah, Gaza.

Children play in Rafah camp, Gaza, 1995.


Shalat di Baqa’a, Yordania.

Praying in Baqa’a, Jordan


Penghancuran rumah selama intifadah kedua, Gaza.

House demolition during the second intifada, Gaza


Para perempuan di tempat pelatihan menjahit yang didukung oleh program keuangan mikro UNRWA, Tepi Barat.

Women in a sewing workshop supported by the UNRWA microfinance programme, West Bank


Seorang anak laki-laki di pusat kesehatan UNRWA di Yarmouk, Suriah

Boy at a UNRWA health centre in Yarmouk, Syria


Seorang anak perempuan menimang kelincinya di kamp Beddawi, Lebanon

Girl petting her rabbit at Beddawi camp, Lebanon


Kemiskinan di kamp Beddawi, Lebanon.

Poverty in Beddawi camp, Lebanon


Kamp Nahr el-Bared yang hancur, Lebanon.

The devastated Nahr el-Bared camp, Lebanon


Bom fosfor menghantam gedung UNRWA di Beit Lahiya, Gaza

Phosphorous bombs hit UNRWA premises in Beit Lahiya, Gaza


Sekretaris-Jenderal PBB Ban ki-Moon mengunjungi Gaza.

UN Secretary-General Ban ki-Moon visits Gaza


Anak-anak dalam perjalanan ke sekolah di Gaza

Children on their way to school in Gaza.


Anak-anak mandi di luar, Gaza.

Children taking an outdoor bath in Gaza


Kelas pendidikan jasmani sebagai bagian kegiatan proyek gender di Kota Gaza.

Physical education classes as part of gender project activities in Gaza City


Anak-anak belajar di malam hari dengan cahaya lilin di Gaza yang disebabkan kurangnya persediaan listrik.

Children study in the evening by candlelight in Gaza because of a lack of electricity


Duta Besar Muhibah UNRWA Mohammed Assaf di sebuah kelas di al-Amari di Tepi Barat.

UNRWA Goodwill Ambassador Mohammed Assaf in a classroom in al-Amari in the West Bank.


Seorang perempuan dari masyarakat Badui berdiri di tengah reruntuhan rumahnya di Jabaa, Tepi Barat.

A woman from a Bedouin community stands in the midst of the ruins of her house in Jabaa, West Bank


Para mekanik di Pusat Pelatihan Wadi Seer, Yordania.

Mechanics at Wadi Seer Training Centre, Jordan


Aya, kedua dari kanan, kehilangan kakinya setelah mortir meledak dalam perjalanan pulang sekolah di Damaskus, Suriah

Aya, second from right, lost her leg after a mortar exploded while she was on her way back from school in Damascus, Syria









  • Jl. Salemba Raya 28A Jakarta Pusat 10430, Indonesia

  • Nomor Call Center Jasa Layanan Perpusnas Free Call 0800-1-737787 (0800-1-PERPUS) Nomor SMS Jasa Layanan 0812 9000 0880

  • info@pnri.go.id
http://www.trivoo.net

Copyright © 2014 National Library of Indonesia. All Rights Reserved.