Latar Belakang

Perpustakaan Nasional memiliki cukup banyak koleksi naskah kuno yang khas seperti Koleksi Merapi-Merbabu, Koleksi Lakon Wayang, Koleksi Surat Raja-raja dan, termasuk juga di antaranya, Koleksi Naskah Cerita Panji. Koleksi naskah kuno yang memuat berbagai pengetahuan dan informasi ini perlu diperkenalkan kepada masyarakat luas, terutama kepada generasi masa kini, agar kekayaan yang luar biasa ini tidak terpendam begitu saja.
Pameran merupakan salah satu bentuk kegiatan promosi yang dilaksanakan perpustakaan untuk memperkenalkan koleksinya kepada masyarakat umum dan pemustaka potensial. Hal ini yang mendasari dilaksanakannya secara berkala pameran tematik naskah kuno Nusantara. Setiap tahun ditetapkan tema yang berbeda, sehingga koleksi-koleksi yang khas, yang menjadi bagian dari Koleksi Naskah Kuno Perpustakaan Nasional dapat diketahui dan dipelajari oleh masyarakat luas.

Tema Pameran

Dalam Pameran Tematik Naskah Kuno Nusantara Tahun 2014 akan dipamerkan Naskah Cerita Panji Koleksi Perpustakaan Nasional. Tema pameran adalah: “Cerita Panji sebagai Warisan Budaya Dunia”. Alasan pemilihan tema:

  1. Cerita Panji merupakan salah satu cerita asli Jawa, karena kisahnya menyangkut peristiwa-peristiwa yang melibatkan beberapa kerajaan di Jawa Timur, yaitu: Kahuripan, Daha, Gagelang, dsb. Cerita Panji memiliki banyak versi dengan nama-nama tokoh dan tempat yang berbeda-beda, namun ada ciri-ciri tertentu yang menunjukkan bahwa sebuah kisah adalah merupakan varian dari cerita Panji. Walaupun merupakan cerita yang berasal dari Jawa, Cerita Panji tidakhanyadikenal di Jawa, tetapijuga menyebar sampai ke Bali, Lombok, Sumatra, bahkan sampai ke Thailand dan Kampuchea.
  2. Tidak banyak masyarakat, termasuk masyarakat Jawa Timur sendiri, yang mengetahui fakta bahwa Cerita Panji merupakan cerita Indonesia asli yang penyebarannya meluas ke lingkup regional, sehingga diperlukan upaya sosialisasi untuk menumbuhkan kebanggan masyarakat terhadap sastra Nusantara.
  3. Melalui proses seleksi yang dilaksanakan pada tahun 2013, salah satu naskah Cerita Panji koleksi Perpustakaan Nasional yang tertua, yaitu Panji Angreni (Palembang), menjadi salah satu unggulan untuk diajukan sebagai IKON (Memory of Nation) dan Memory of the World (MoW). Cerita Panji sendiri memenuhi kriteria untuk diajukan sebagai World Heritage, karena sebagai cerita lokal penyebarannya meluas sampai ke lingkup regional.Baik pengajuan naskah untuk dicatat sebagai Memory Of the World maupun pengajuan cerita panji sebagai World Heritage memerlukan dukungan dalam bentuk sosialisasi dan ketersediaan berbagai dokumen penelitian. Melalui pameran ini diharapkan cerita panji makin dikenal masyarakat sebagai Cerita Panji sebagai Warisan Budaya Dunia dan semakin banyak penelitian yang akan dilakukan terhadap naskah-naskah cerita panji.
  4. Naskah yang memuat tekscerita Panjisaat ini tersimpan di berbagai perpustakaan, museum dan pusat dokumentasi, atau menjadi koleksi pribadi yang tersebar di seluruh Indonesia dan negara-negara tetangga.
  5. Perpustakaan Nasional memiliki, lebih dari 80 naskah cerita panji yang sudah teridentifikasi dalam berbagai aksara dan bahasa, serta memiliki berbagai variasi cerita.

Tujuan Penyelenggaraan Pameran

  1. Mempromosikan Perpustakaan Nasional sebagai lembaga yang melaksanakan tugas pemerintahan dalam bidang perpustakaan;
  2. Mempromosikan naskah kuno koleksi Perpustakaan Nasional;
  3. Mempromosikan cerita Panji sebagai Warisan Budaya Dunia, yaitu cerita khas Indonesia yang penyebarannya sampai ke Thailand dan Kampuchea.

Tempat & Waktu Penyelenggaraan

Tempat:
Pameran Naskah Kuno Koleksi Perpustakaan Nasional ini diselenggarakan di Auditorium PerpustakaanNasional RI, Jl. Salemba Raya No. 28 A Jakarta Pusat.
Pertimbangan pemilihan tempat:

  1. Meminimalisir kerusakannaskahakibat pengepakan dan mobilitas naskah dari ruang penyimpanan ke tempat pameran.
  2. Mempertimbangkan aspek keamanan, karena jumlah naskah yang akan dipamerkan cukup banyak.
  3. Memudahkan pengawasan dan pengamanan kondisi fisik naskah, selama pameran berlangsung, setelah pameran ditutup, dan naskah dikembalikan ke ruang penyimpanan.
  4. Memudahkan mobilisasi dan koordinasi antar petugas selama pameran berlangsung.
  5. Sekaligus mempromosikan gedung dan layanan Perpustakaan Nasional lainnya.
Waktu:
  1. Pameran ini diselenggarakan selama 7 (tujuh) hari, yaitu pada tanggal 24–30 Oktober 2014.
  2. Pembukaan dilaksanakan pada hari Jum’at, 19 September 2014, pukul 19.00 s.d. 21.00.
  3. Pameran dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 s.d. 20.00 WIB.

Masyarakat Sasaran (Target Audience)

Masyarakat sasaran penyelenggaraan Pameran Naskah Cerita Panji Koleksi Perpustakaan Nasional : Cerita Panji sebagai Warisan Budaya Dunia, di antaranya:

  • Komunitas budaya dan sastra daerah pada umumnya, karena cerita Panji dikenal di berbagai daerah dan ditulis dalam berbagi bahasa menggunakan berbagai aksara.
  • Generasi muda, di antaranya siswa SMA, mahasiswa, khususnya mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia dan Sastra Daerah;
  • Peneliti, sejarawan, antropolog, maupun filolog, terutama yang mempunyai minat khusus terhadap sastra dan budaya daerah.
  • Masyarakat umum penikmat karya sastra.
  • Materi Pameran

    Materi pameran mencakup:

  • Materi utama: 40 naskah Cerita Panji yang diseleksi dari seluruh koleksi Cerita Panji milik Perpustakaan Nasional. Naskah-naskah akan ditata dalam kotak-kotak pajang (display), dengan menampilkan bagian yang menarik dari setiap naskah.
  • Materi pendukung:
  • - Foto, gambar, ilustrasi, teks, berita koran/majalah yang diperbesar dan dibingkai, sebanyak 50 bingkai.
    - Poster, standing banner tentang gambar/informasi yang berkaitan dengan materi utama pameran;

    Katalog Pameran

  • Katalog pameran dalam ‘edisi lux’. Setiap naskah dideskripsikan dan dengan ilustrasi gambar foto(-foto) bagian naskah yang menarik.
  • Katalog dilengkapi dengan Pendahuluan yang berisi ulasan pakar yang mendalami Cerita Panji, yaitu: Prof. Dr. Agus Aries Munandar dan Karsono H. Saputra, M.Hum. yang sekaligus bertindak sebagai kurator pameran.
  • Acara Pendukung Pameran

    Pameran ini akan dimeriahkan dengan acara pendukung dalam bentuk, seperti:

    1. Seminar Cerita Panji sebagai Warisan Budaya Dunia
    2. Tari-tarian yang diambil dari cerita Panji
    3. Story telling (Rancak Betawi)
    4. Topeng Panji
    5. Reog
    6. Campursari
    7. Musik keroncong

    TANGGAL/WAKTU URAIAN KEGIATAN
    Jumat, 24 Oktober 2014  
    18.30 - 19.00 Registrasi
    19.00 - 19.30 Pembukaan Pameran
    19.30 - 20.00 Hiburan, Pameran
       
    Sabtu, 25 Oktober 2014  
    09.00 – 20.00 Pameran, Gerai Buku
    10.00 – 16.00 Organ tunggal
       
    Minggu, 26 Oktober 2014  
    09.00 – 20.00 Pameran, Gerai Buku
    11.00 - 16.00 Organ Tunggal
       
    Senin, 27 Oktober 2014  
    09.00 – 20.00 Pameran, Gerai Buku
    09.30 - 12.00 Tari Topeng Cirebon, Tari Gambir Anom, Musik Akustik
    13.00 - 14.00 Penyalinan Naskah Jawi
       
    Selasa, 28 Oktober 2014  
    09.00 – 20.00 Pameran, Gerai Buku
    09.00 – 16.00 Seminar Naskah Cerita Panji
    10.00 - 12.00 Rancak Betawi
    13.00 - 14.00 Penyalinan Naskah Bali
       
    Rabu, 29 Oktober 2014  
    09.00 – 20.00 Pameran, Gerai Buku
    09.00 – 16.00 Seminar Naskah Cerita Panji
    10.00 - 12.00 Musik Keroncong
    13.00 - 14.00 Penyalinan Naskah Jawi
       
    Kamis, 30 Oktober 2014  
    09.00 - 17.00 Pameran, Gerai Buku
    14.00 - 15.00 Reog Ponorogo

    Daftar Naskah Cerita Panji
    Koleksi Perpustakaan Nasional

    A. Naskah Panji Jawa

    1. Panji Jayakusuma
    2. Panji Angreni
    3. Panji Angronakung
    4. Panji Jayalengkara | Jayalengkara Pamrihan/Sunyawibawa | Jayalengkara Medangkamulan
    5. Panji Dewakusuma
    6. Panji Dewakusuma Kembar
    7. Panji Murtaswara
    8. Panji Kudawanengpati
    9. Panji Suryawisesa
    10. Panji Kuda Narawangsa
    11. Panji

    B. Naskah Panji Bali/Lombok

    1. Malat
    2. Bagus Umbara
    3. Cilinaya
    4. Wasengsari
    5. Panji Jayakusuma
    6. Panji Undakan Pangrus

    B. Naskah Panji Melayu

    1. Syair Ken Tambuhan
    2. Hikayat Cekel W(A)Nengpati
    3. Hikayat Panji Kuda Semirang
    4. Hikayat Mesa Urip Panji Jaya Lelana
    5. Hikayat Jaran Kinanti Asmaradana
    6. Hikayat Kelana Anakan
    7. Hikayat Kelana Anakan Raden Galuh Daha
    8. Roman Panji
    9. Sri Tanjung dan Pramusinta
    10. Hikayat Mesa Gimang
    11. Hikayat Nayakusuma (Kemurung)
    12. Hikayat Nayakusuma
    13. Tumenggung Ariwangsa
    14. Prabu Anom
    15. Ratu Anom Mataram

    Cerita Panji

    • Meskipun belum ada penelitian khusus mengenai latar belakang munculnya cerita Panji, namun Poerbatjaraka berasumsi bahwa cerita Panji muncul pada masa akhir Majapahit (Karsono, 2011). Yang mula-mula sekali membahas cerita Panji dari sudut kesusastraan ialah Dr. Cohen Stuart dalam karangannya “Jayalengkara”. Sebagai suatu cerita yang berdiri sendiri, pengalaman Panji dimuat dalam teks yang diterbitkan oleh Roorda, kemudian teks yang sama diterbitkan oleh Dr. Gunning. Sejak itu cerita Panji mendapat perhatia dari para sarjana ahli (Poerbatjaraka, 1968). Penelitian berikutnya terhadap cerita Panji telah banyak dilakukan, antara lain Rassers (1922) meneliti cerita Panji melalui bidang ilmu Antropologi, Berg (1928, 1930 dan 1954) melalui ilmu sejarah, Poerbatjaraka (1940), Teeuw (1960), Ras (1973), Robson (1979) dan Baried (1981) dalam bidang sastra dan filologi.

      Perpustakaan Nasional RI
    • Ciri-ciri Cerita Panji, di antaranya: (1) pelaku utama adalah Inu Kertapati, putra raja Kahuripan dan Candra Kirana, putri raja Daha, (2) Panji bertemu dengan kekasih pertama ketika sedang berburu, kekasihnya seorang wanita dari kalangan rakyat, (3) kekasih Panji terbunuh, (4) hilangnya Candra Kirana calon permaisuri Panji, (5) adegan-adegan pengembaraan kedua tokoh utama (6) bertemunya kembali kedua tokoh utama yang lalu diikat dengan perkawinan. Cerita Panji kerap kali menjadi panjang lebar dan isinya beraneka ragam.

      Perpustakaan Nasional RI
    • Menurut Karsono (2011), secara garis besar teks cerita Panji dikelompokkan ke dalam teks lisan, teks tertulis, dan seni rupa – terutama relief. Teks lisan berupa cerita rakyat (dongeng) dan seni pertunjukan. Dongeng cerita panji antara lain seperti Keong Emas, Timun Emas, Panji Laras, Andhe-andhe Lumut, dan Kethek Ogleng. Dalam seni pertunjukan cerita Panji menjadi dasar berbagai lakon wayang, pranasmara, kethoprak, dan drama tari lain, serta berbagai teater rakyat keliling. Dalam bentuk seni rupa, cerita panji tergambar dalam bentuk relief di candi Gambyok, Kediri. Teks tulis cerita Panji terdapat dalan naskah kuno yang keberadaannya tersimpan di berbagai perpustakaan, museum, dan pusat dokumentasi lainnya, bahkan ada yang menjadi koleksi pribadi. Beberapa teks cerita Panji antara lain adalahPanji Narawangsa, Panji Priyembada, Panji Jaya Lengkara, Panji Jayengtilam, Panji Angreni, Panji Jayakusuma, Hikayat Cekel Wanengpati, Hikayat Panji Kuda Semirang, Hikayat Naya Kusuma, Syair Ken Tambuhan, dan lain sebagainya.

      Perpustakaan Nasional RI

    Jalan Salemba Raya 28 A, Jakarta Pusat
    Telp. (021) 3917009
    CP: Yeri Nurita (08128375180), Dian (08571624948)
    Email: lkk@pnri.go.id